Sibuk Melayani?

Letterstobeloved

Sebagai orang Kristen, tentunya kita semua ingin hidup dan melakukan yang terbaik bagi Tuhan bukan?

Pertanyaannya, apakah yang penting dan terbaik bagi Tuhan?
Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita pelajari bersama perikop berikut ini.

Lukas 10:38-42 TSI

38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan, tibalah mereka di sebuah desa. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.

39 Saudari Marta, yaitu Maria, duduk di dekat kaki Yesus dan terus mendengarkan ajaran-Nya,

40 sedangkan Marta terus sibuk karena banyak yang dia kerjakan untuk melayani. Jadi dia datang kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, tidak pedulikah Engkau kalau perempuan ini membiarkan saya bekerja sendirian?! Tolong suruh dia membantu saya.”

41 Jawab Yesus kepadanya, “Marta, Marta, kamu kuatir dan menyusahkan diri sendiri dengan banyak hal!

42 Padahal hanya satu yang penting, dan Maria sudah memilih yang penting dan yang terbaik. Itu merupakan berkat yang tidak akan diambil darinya.”

Konteks: Yesus dan murid-murid-Nya mampir ke rumah Martha.

Apa yang Maria lakukan?
Duduk di dekat kaki Yesus dan terus mendengarkan ajaran-Nya.

Apa yang Marta lakukan?
Terus sibuk karena banyak yang dia kerjakan untuk melayani.

Apa yang terjadi selanjutnya?
Jadi dia datang kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, tidak pedulikah Engkau kalau perempuan ini membiarkan saya bekerja sendirian?! Tolong suruh dia membantu saya.”

Jika kita perhatikan, ada 2 orang yang sedang dikontraskan di sini:

  1. Maria
    Melambangkan GRACE: di posisi MENERIMA (mendengarkan). Yang terutama adalah “duduk dekat kaki Yesus”, yang terutama adalah pribadi Yesus, penekanannya adalah hubungan (relationship).

  2. Marta
    Melambangkan LAW: di posisi MELAKUKAN (sibuk, banyak yang dia kerjakan). Yang terutama adalah tugas-tugas dan pekerjaan yang harus dilakukan, penekanannya adalah kinerja (performance).

Sebelum kita melanjutkan pembahasan, yang saya mau garis bawahi di sini adalah Yesus mengasihi keduanya, baik Maria dan Marta. Saya suka sekali cara Yesus menjawab seperti yang dituliskan di terjemahan TPT ayat 41: The Lord answered her, “Martha, my beloved Martha. Saya juga percaya bahwa di balik kuatir dan kesibukan yang dilakukannya, sebenarnya Marta juga tulus mengasihi Yesus.

RESPON MARTA

Jadi dia datang kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, tidak pedulikah Engkau kalau perempuan ini membiarkan saya bekerja sendirian?! Tolong suruh dia membantu saya.”

  1. JADI DIA DATANG
    Dalam terjemahan AMP, ayat 40: ” and she came up to Him “. Perhatikan bahwa kata datang diterjemahkan dengan “came up“, yang jika diterjemahkan secara literal bisa berarti “datang dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi”. Tidak hanya menggambarkan seorang manusia yang datang kepada Tuhan tetapi juga menggambarkan bahwa GRACE akan selalu berada di tempat yang lebih tinggi dari LAW. Grace is far more superior than Law.

  2. TUHAN, TIDAK PEDULIKAH ENGKAU
    Law based relationship akan membuat kita memiliki pandangan yang keliru terhadap Tuhan. Tuhan adalah Tuhan yang tidak peduli, Tuhan yang marah, Tuhan yang selalu menuntut, Tuhan yang tidak pernah puas, Tuhan yang butuh untuk dilayani.

  3. KALAU PEREMPUAN INI
    Law based relationship akan membuat kita merasa lebih baik daripada orang lain semata-mata karena kita telah ‘melakukan lebih’ daripada orang itu. Hubungan tipe ini juga membuat kita selalu membandingkan kinerja kita dengan orang lain. Menudingkan jari kita ke orang lain dengan iri hati “kok dia ga ditegur? kok dia dapet lebih? kok saya tidak dipuji? kok dia engga ngapa-ngapain?”.

  4. MEMBIARKAN SAYA
    Law based relationship berfokus kepada diri sendiri. Saya, saya dan saya. Sadarkah anda bahwa jika kita melewatkan Tuhan Yesus jika kita selalu melihat kepada diri sendiri? Tahukah anda bahwa yang Yesus inginkan itu adalah anda menerima dari Dia dan bukan kinerja anda? Maka dari itu, seharusnya anda inginkan itu adalah Yesus, bukan “melakukan banyak hal di sekitar Yesus”.

  5. BEKERJA SENDIRIAN
    Law based relationship selalu berfokus kepada kinerja dan kekuatan diri sendiri. Ciri-ciri kinerja ini biasanya akan selalu ada prasyarat atau pencapaian tertentu yang kita lakukan (berdasarkan usaha, tekat, kerja keras ataupun komitmen kita) untuk meraih sesuatu. Apa yang harus kita kerjakan untuk menunjukkan bahwa kita mengasihi Tuhan? Berapa lama kita harus berdoa dalam satu hari untuk membuat kita lebih dekat dengan Tuhan? Berapa banyak kegiatan yang harus kita ikuti supaya saya bisa lebih layak di hadapan Tuhan?

Pada hakikatnya Law based relationship selalu berusaha untuk meraih atau mencapai sesuatu. Hal ini berlawanan dengan Grace based relationship yang tau bahwa semua yang perlu dilakukan sudah dilakukan dengan sempurna oleh Yesus di atas kayu salib. Tugas kita hanya percaya saja kepada Tuhan Yesus Kristus, artinya kita sudah menerima semua pencapaian Tuhan Yesus melalui kasih karunia-Nya (Roma 1:17 TSI).

RESPON YESUS

Jawab Yesus kepadanya, “Marta, Marta, kamu kuatir dan menyusahkan diri sendiri dengan banyak hal!

Dalam terjemahan TPT:
The Lord answered her, “Martha, my beloved Martha. Why are you upset and troubled, pulled away by all these many distractions?

Perhatikan bahwa di sini Yesus mengatakan bahwa yang terjadi pada Marta adalah “pulled away by all these many distractions“. Masalah utama Marta sebenarnya adalah ia terdistraksi dengan melakukan hal lain di sekitar Yesus dan gagal melakukan hal yang terpenting – yang seharusnya ia lakukan – yaitu duduk diam menerima pewahyuan dari Yesus. Bagi kebanyakan orang, melakukan apa yang Marta lakukan mungkin adalah hal yang normal dan logis – tetapi bagi Tuhan ternyata berbeda.

Bukankah seringkali kita merasa bahwa yang Tuhan mau adalah kita sibuk “melayani” Tuhan? Ternyata bukan itu yang dipandang Tuhan sebagai yang terbaik.

Kontras ini terlihat jelas di terjemahan TPT: Mary sat down attentively before the Master, absorbing every revelation He shared. But Martha became exasperated (jengkel) with finishing the numerous household chores in preparation for her guests.

Marta berfokus pada melakukan banyak hal ‘untuk’ Yesus, sementara Maria berfokus pada menerima ‘dari’ Yesus. Marta merasa bahwa Yesus memerlukan pelayanan darinya, sedangkan Maria tahu bahwa di atas segalanya dialah yang memerlukan air dan roti kehidupan dari Yesus.

Padahal hanya satu yang penting, dan Maria sudah memilih yang penting dan yang terbaik. Itu merupakan berkat yang tidak akan diambil darinya.”

Apa yang Maria lakukan? Maria duduk di dekat kaki Yesus dan terus mendengarkan ajaran-Nya. Mary received and It gladen God’s heart.

My Beloved,

Cobalah berhenti sejenak dan renungkan ini, Apa yang sebenarnya baik dan penting bagi Tuhan?

MATIUS 20:28 TSI
Kalian harus mengikuti teladan-Ku. Biarpun Aku, Sang Anak Adam, Aku datang ke dunia ini bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan memberikan hidup-Ku sebagai kurban untuk menebus banyak orang dari dosa-dosa mereka.”

YOHANES 6:35 BIMK
“Akulah roti yang memberi hidup,” kata Yesus kepada mereka. “Orang yang datang kepada-Ku tidak akan lapar lagi untuk selamanya. Dan orang yang percaya kepada-Ku tidak akan haus lagi untuk selamanya.

The most important thing is to rest at Jesus’ feet and receive from Him. The lesser is blessed by the greater, not the other way around.

Cara terbaik untuk melayani Tuhan ketika Ia berada di rumah anda adalah dengan duduk di kaki-Nya dan terus ‘makan dan minum’ dari Dia.

My beloved,
Roh Kudus sebagai inspirator dan “penulis” sesungguhnya dari seluruh Alkitab, memutuskan untuk memasukkan kejadian ini di dalam Injil tentunya untuk membawa kita kepada pengenalan yang lebih dalam lagi tentang hati Tuhan Yesus.

Keep drawing that living water of out Him and eating the bread of life from His hands! Itulah yang menyenangkan Tuhan kita.

Scroll to Top