Grace and Law

Letterstobeloved

Di dalam hidup,hanya ada 2 cara berhubungan dengan Tuhan:

  1. LAW (Hukum-hukum), maksudnya adalah kita berusaha memenuhi standar sempurna Tuhan dengan usaha dan perbuatan kita sendiri. Cara yang ini biasanya ditandai dengan daftar peraturan yang harus dilakukan dan daftar larangan yang tidak boleh dilakukan.

  2. GRACE (Kasih Karunia), maksudnya adalah kita sadar bahwa tidak ada seorangpun yang sanggup dengan kekuatannya sendiri untuk mencapai kesempurnaan seperti yang ditetapkan oleh Tuhan. Maka dari itu, kita menerima karya penebusan Tuhan Yesus Kristus di atas kayu salib,sehingga dengan iman, kita beroleh kesempurnaan hidup Yesus, atas dasar anugerah Kasih Karunia (Grace).

FUNGSI LAW

Law adalah hukum-hukumTuhan yang sempurna dan menuntut manusia untuk mentaatinya secara sempurna pula. Adalah mustahil untuk dapat mentaati Law dengan sempurna. Fungsi dari LAW sebenarnya adalah untuk menunjukkan bahwa seluruh manusia memerlukan juru selamat, karena manusia telah jatuh ke dalam dosa dan tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Dengan kata lain, sebenarnya LAW ini menunjuk kepada Yesus, sebagai satu-satunya penebus umat manusia.

Paulus berkata bahwa Allah memberikan hukum Taurat bukan untuk membenarkan manusia, tetapi untuk menunjukkan dosa-dosanya sehingga ia dapat mempertanggungjawabkannya kepada Allah.

Romans 3:19-20 NLT
Obviously, the law applies to those to whom it was given, for its purpose is to keep people from having excuses, and to show that the entire world is guilty before God. For no one can ever be made right with God by doing what the law commands. The law simply shows us how sinful we are.

Terjemahan ke bahasa Indonesia:

Jelaslah, hukum itu berlaku bagi mereka yang kepadanya hukum itu diberikan,

  1. karena tujuannya adalah untuk mencegah orang mencari alasan, dan untuk menunjukkan bahwa seluruh dunia bersalah di hadapan Tuhan.

  2. Karena tidak seorang pun dapat dibenarkan di hadapan Tuhan dengan melakukan apa yang diperintahkan hukum.

  3. Hukum hanya menunjukkan kepada kita betapa berdosanya kita.

MENGAPA TUHAN MEMBERIKAN LAW KEPADA UMAT ISRAEL?

Tuhan selalu berinisiatif untuk berhubungan dengan dasar GRACE kepada umat-Nya.

Dalam Perjanjian Lama, Tuhan membawa umat Israel keluar dari tanah Mesir tempat mereka telah diperbudak selama lebih dari 400 tahun. Perjalanan Allah membawa keluar umat Israel dari Mesir ke Gunung Sinai adalah gambaran curahan Anugerah Kasih Karunia. Tidak ada seorangpun yang mati, meskipun umat Israel mengeluh dan menggerutu di sepanjang perjalanan tersebut.

Di perjalanan ini,Tuhan menunjukkan bahwa Kasih Karunia (Grace) adalah bergantung kepada kebaikan Tuhan, bukan kepada kebaikan manusia. Kasih Karunia adalah bergantung kepada kesetiaan Tuhan, bukan kepada kesetiaan manusia.

Sebelum Sepuluh Perintah diberikan, mereka berada di bawah anugerah kasih karunia dan tidak seorang pun dihukum bahkan ketika mereka gagal.

Di Keluaran 19:7-8 kita melihat bahwa respon mereka ketika melihat segala firman yang diperintahkan Tuhan adalah: Seluruh bangsa itu menjawab bersama-sama: ”Segala yang difirmankan Tuhan akan kami lakukan.” Pernyataan ini bukanlah sebuah pernyataan iman, melainkan sebuah pernyataan yang keluar dari kesombongan rohani. Mereka merasa bahwa mereka akan sanggup untuk mentaati seluruh hukum-hukum dan ketetapan Tuhan, merasa mampu menjadi kudus atas dasar usaha dan kekuatan sendiri. Bangsa Israel memilih law daripada kasih karunia (Exodus 19:7).

Jika saja respon mereka saat itu adalah merendahkan diri dan berkata “Tuhan, ketetapan-Mu sempurna adanya dan kami tidak sanggup melakukannya dengan kekuatan kami. Kepada-Mu kamu berserah, selamatkan kami Tuhan!” niscaya perjalanan mereka ke tanah perjanjian pun akan tetap didasarkan oleh Kasih Karunia Allah seperti sebelumnya.

Dari saat itu, kita bisa melihat bahwa intonasi Tuhan tiba-tiba saja berubah dimulai dari Keluaran 19:9, penyembahan berhala mulai muncul dan puncaknya, 3.000 orang Israel mati pada saat loh batu hukum tersebut turun ke kaki Gunung Sinai.

SEMUA KARENA KASIH KARUNIA

My Beloved,

Kematian Yesus di atas kayu salib dan juga kebangkitan-Nya di hari ketiga, telah mengubah segalanya.

Kita tidak lagi hidup di bawah ketetapan hukum-hukum, melainkan kita sekarang hidup di era NEW COVENANT, yaitu COVENANT OF GRACE. Percayalah sepenuhnya kepada kebaikan dan kesetiaan Tuhan, bahwa di dalam Yesus, tidak adalagi penghukuman.

Yesaya 54:9-10

Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.

TITUS 3:5-7

pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.

Percayalah dan bersandarlah kepada kebaikan dan kesetiaan Tuhan saja, bukan kepada pengertian dan kekuatanmu sendiri (Amsal 3:5) – That is the only way to live our life.

Scroll to Top