Bagaimana anda menterjemahkan kisah Gideon di kitab Hakim-hakim 7 akan memperlihatkan dengan jelas dasar hubungan anda dengan Tuhan?. Is it Grace based? or is it Law based?
LATAR BELAKANG
Di zaman Gideon saat itu, Bangsa Israel sedang berada di bawah kekuasaan Bangsa Midian (Hak.6:2). Di tengah kesesakan mereka, Tuhan merancangkan sebuah rancangan penyelamatan terhadap bangsa Israel, dimulai dari penampakan seorang Malaikat Tuhan kepada Gideon di persembunyiannya (Hak. 6:11).Gideon adalah seorang anak muda biasa, dari kaum yang terkecil di antara suku Manasye dan dari pengakuannya sendiri, Gideon ragu bagaimana bisa dia yang adalah anak yang paling muda dari antara kaum keluarganya dapat melaksanakan sebuah tugas dari Tuhan (Hak. 6:14-15).
Dari ayat 25 sampai ayat 40, Tuhan berulang-ulang menunjukkan kesetiaan dan mujizat-Nya untuk menguatkan Gideon dan sehingga oleh karena kasih karunia Tuhan terkumpulah tiga puluh dua ribu orang.
SARINGAN TUHAN
HAKIM-HAKIM 7:2-7 (TB)
2 Berfirmanlah Tuhan kepada Gideon: ”Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku.
3 Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead.” Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang.
4 Tetapi Tuhan berfirman kepada Gideon: ”Masih terlalu banyak rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu di sana. Siapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, tetapi barangsiapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang tidak akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang tidak akan pergi.”
5 Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah Tuhan kepadanya: ”Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum.”
6 Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.
7 Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Gideon: ”Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya.”
Mengapa Tuhan mengurangi jumlah rakyat yang akan pergi berperang dari tiga puluh dua ribu sehingga tinggal tiga ratus saja?
Tentunya supaya tidak ada orang yang bisa meyangkal lagi bahwa kemenangan mereka nantinya itu adalah karena Tuhan, bukan karena kekuatan mereka sendiri (ini adalah konsep kasih karunia).
Kita melihat ada yang unik dari cara Tuhan melakukan saringan terakhir-Nya. Tuhan meminta Gideon untuk menyuruh sepuluh ribu orang tersebut untuk turun minum air dari sebuah sumber air.
Ada berapa golongan?
Hanya ada 2 golongan saja:
1. golongan yang menghirup dengan lidahnya seperti anjing.
2. golongan yang berlutut minum air.
Dua golongan ini terlihat jelas di terjemahan BIMK dan juga NLT.
BIMK
5 Maka Gideon membawa orang-orang itu ke sungai, lalu Tuhan berkata kepada Gideon, “Orang yang menjilat air seperti anjing, harus kaupisahkan dari orang yang berlutut untuk minum.”
6 Maka ada 300 orang yang menjilat air dari tangannya; semua yang lain berlutut untuk minum.
7 Kemudian Tuhan berkata kepada Gideon, “Dengan ketiga ratus orang yang menjilat air itu, Aku akan membebaskan kamu dan memberikan kemenangan kepadamu atas orang Midian. Suruhlah yang lainnya pulang
NLT
5 When Gideon took his warriors down to the water, the Lord told him, “Divide the men into two groups.
In one group put all those who cup water in their hands and lap it up with their tongues like dogs.
In the other group put all those who kneel down and drink with their mouths in the stream.”
6 Only 300 of the men drank from their hands. All the others got down on their knees and drank with their mouths in the stream.
7 The Lord told Gideon, “With these 300 men I will rescue you and give you victory over the Midianites. Send all the others home.”
Kita dari golongan yang mana?
Semua dari kita tentunya mau masuk sebagai golongan 300 pilihan Tuhan bukan? Mari kita lihat, bagaimana cara kita mengidentifikasikan diri kita sendiri yang termasuk di dalam golongan 300 orang pilihan ini:
Terjemahan pertama (Law Perspective):
Ketiga ratus orang ini adalah orang-orang pilihan Tuhan yang berarti mereka memiliki keistimewaan tertentu, baik itu fisik ataupun karakter yang lebih jika dibandingkan dengan golongan yang lainnya.
Ada beberapa yang salah mengartikan (bisa jadi karena kerancuan bahasa dari TB), bahwa yang terpilih itu adalah mereka yang mencedok air dengan tangan dan minum dari tangan dan golongan ini BUKAN golongan yang menghirup seperti anjing. Asumsi saya, ada keengganan/ tidak nyaman jika golongan yang terpilih ini dikaitkan dengan “anjing” (karena merasa sebagai golongan terpilih). Hal ini biasanya bisa dilihat dari penjelasan selanjutnya yang membahas karakter negatif dari seekor anjing haus seperti tergesa-gesa, kurang bermartabat atau tidak fokus dengan tugas yang Tuhan berikan.
Dari BIMK dan NLT, kita tahu bahwa yang terpilih adalah mereka yang mencedok air dengan tangan dan menjilat air di tangan mereka tersebut seperti anjing.
Penjelasan dari sudut pandang ini biasanya dilanjutkan dengan penjelasan bahwa golongan yang terpilih adalah golongan orang-orang pilihan yang memiliki kesiagaan, kesungguhan hati, fokus terhadap tugas dari Tuhan dan kesimpulan ini biasanya dikaitkan dari gestur tubuhnya. Ada pula yang menyimpulkan bahwa ketiga ratus orang inilah orang-orang pilihan, the best of the best, yang nantinya menjadi pasukan elit Gideon.
Terjemahan pertama ini memiliki beberapa hal yang tidak sinkron:
- Tujuan Allah dalam ayat ini adalah untuk mengalahkan Midian sedemikian rupa sehingga Israel tidak mempunyai alasan untuk bermegah (Hak.7:2).
Maka dari itu, pemilihan dari ketiga ratus orang tersebut tidak mungkin karena berdasarkan kualitas atau kemampuan mereka yang di atas rata-rata (best of the best/ pasukan elit). Tidak disebutkan juga bahwa mereka yang melakukan gestur tubuh tertentu punya kualitas hati atau kualifikasi yang lebih baik dari pada golongan satunya. - Kualifikasi yang terdengar logis untuk dimiliki seorang prajurit terpilih, sebenarnya tidak diperlukan, karena di peperangan mereka nanti, Tuhan yang melakukan perkara-perkara ajaib sesuai janji-Nya (Hak.7:22).
Terjemahan kedua (Grace Perspective):
Mari kita kenakan kacamata kasih karunia (grace lens), untuk kita bisa melihat dari sudut pandang kasih karunia:
- Dalam perspektif kasih karunia, tidak ada satupun manusia yang layak dan punya kualifikasi di hadapan Tuhan kecuali Yesus. Tidak ada alasan bagi kita untuk bermegah, karena semua kelayakan kita itu adalah anugerah semata, yang diberikan secara cuma-cuma dari Tuhan (Roma 3:23).
- Sebab memang Allah sengaja memilih yang dianggap bodoh oleh dunia ini, supaya orang-orang pandai menjadi malu. Dan Allah memilih juga yang dianggap lemah oleh dunia ini, supaya orang-orang yang gagah perkasa menjadi malu (1 Kor.1:27 BIMK).
Orang-orang yang memahami konsep kasih karunia Kristus, akan lebih gampang menerima bahwa pilihan Tuhan bukanlah didasarkan oleh kemampuan atau kualitas atau kualifikasi manusia. Semua karena kasih karunianya.
We have found favor in His eyes because of WHO HE IS not because of who we are.
Perhatikan kata ” Aku akan … ” di Hakim-hakim 7:7 – bukankah semua atas inisiatif dari Tuhan? Jika begitu, apakah dasar untuk kita bermegah?
Atas dasar inilah, maka menurut saya saringan Tuhan ini bukanlah didasarkan atas perbedaan kemampuan atau kualitas yang membuat golongan satu lebih baik daripada golongan lainnya.
Apabila bukan berdasarkan dari perbedaan kualitas (lebih baik/lebih buruk, lebih kuat/ lebih lemah, dst), maka atas dasar apa?
Perhatikan kata kuncinya.
Jika kita perhatikan, baik di terjemahan TB, BIMK ataupun NLT, kata “anjing/ dogs” ini seakan- akan disematkan secara sengaja di dalam kalimat. Sedikit terlihat aneh dan dipaksakan, karena hanya disebut di kalimat pertama tapi tidak selalu diulang di kalimat kedua. Mengapa harus menyebutkan “seperti anjing?” Kata ini mengandung makna yang akan membukakan pengertian yang berbeda terhadap keseluruhan perikop ini – and it is not what you think it is.
KONTEKS DAN MAKNA
Di dalam 1 Korintus 10:32, ada 3 golongan besar manusia: Orang Yahudi (Jews), Orang Non Yahudi (Gentiles) dan orang percaya (Believers of Jesus). Matius mencatat bahwa di masa itu, orang-orang non Yahudi (Gentiles) disebut dengan juga dengan istilah “The Dogs”.
Sebagaimana natur dari Perjanjian Lama yang sifatnya melambangkan sebuah kejadian atau penggenapan nubuatan (terkait Tuhan Yesus) di Perjanjian Baru, maka menurut saya, kata “Dogs” di kisah Gideon sengaja disematkan untuk melambangkan Gentiles atau orang-orang non Yahudi.
Karena kemiripan konteks dan setting kejadian, saya juga merasa “Dogs” sebagai perlambang dari Gentiles bisa kita temukan di kisah Yosua dan Kaleb (Kaleb berarti “Anjing” – mewakili golongan orang-orang non Yahudi).
Kisah Gideon ini mengandung makna perlambang bahwa nantinya Injil (yang dilambangkan oleh air) akan dianugerahkan kepada orang-orang non Yahudi (The Dogs/ Gentiles), karena pada akhirnya orang-orang Yahudi akan menolak Yesus. Lebih jauh, bisa kita lihat bahwa ketiga ratus orang non yahudi yang berperang itu melambangkan bahwa di masa depan mereka, penyebaran Injil akan dilakukan oleh orang-orang non Yahudi.
Hal ini juga sesuai dengan nubuatan dari Perjanjian Lama bahwa Tuhan akan menyelamatkan segala bangsa (Kej.12:1-3, Yes. 2:2, Yes. 49:6).
Itulah mengapa harus ada kalimat “seperti anjing” yang disematkan di dalam ayat tersebut.
Cerita ini adalah cerita kasih karunia, dan di cerita ini, kitalah tiga ratus orang non Yahudi yang semata-mata terpilih karena kasih karunia Tuhan. We are the recipients of the unmerited favor from God.