Fondasi Ministry

Letterstobeloved

Baptisan Yesus secara umum dianggap sebagai awal pelayanan-Nya. Di peristiwa pembabtisan Yesus ini, ada hal penting yang terjadi, yang seharusnya menjadi sebuah pedoman bagi kita sebelum kita melangkah di dalam kehidupan kita.

Matius 3:16-17 TSI
Sesudah Yesus dibaptis, pada saat Dia keluar dari air, tiba-tiba langit terbuka dan Yesus melihat Roh Allah turun seperti burung merpati dan hinggap pada-Nya. Kemudian terdengarlah suara dari surga yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang sangat Aku kasihi. Dialah yang menyenangkan hati-Ku.”

Di sini kita melihat sebuah teladan dari Bapa di surga yang memberikan afirmasi di 2 hal penting sebelum Yesus memulai pelayanan (ministry), yaitu:

  • “Inilah Anak-Ku yang sangat Aku kasihi
    Ini adalah sebuah powerful statement tentang IDENTITAS.
    Identitas Yesus bukan hanya sebagai Anak Allah, tetapi lebih daripada itu, Yesus adalah Anak yang sangat dikasihi oleh Bapa-Nya.

  • Dialah yang menyenangkan hati-Ku.”
    Ini adalah sebuah powerful statement tentang REALITAS.
    Realitas Yesus adalah semua hal yang dikatakan Allah Bapa tentang Yesus. Di sini Bapa mengatakan bahwa Yesus adalah anak yang menyenangkan hati-Nya.

Tahukan anda bahwa kita ini adalah anak-anak Allah?

Yohanes 1:12 TSI
Namun kepada setiap orang yang menerima-Nya, Dia memberikan hak untuk menjadi anak-anak Allah. Yang dimaksud ‘menerima Dia’ adalah percaya kepada-Nya

Setiap kita yang percaya kepada Yesus, menerima anugerah kasih karunia menjadi anak-anak Allah. Maka dari itu, tahukah anda bahwa pernyataan “Inilah Anak-Ku yang sangat Aku kasihi. Dialah yang menyenangkan hati-Ku.” berlaku juga untuk kita semua? Bukankah karena Yesus, maka kita semua telah menjadi anak-anak Allah yang dikasihi-Nya?

REALITAS KITA DI DALAM YESUS

Realitas kita adalah apa yang dikatakan Allah Bapa tentang diri kita. Karena realitas di dalam Yesus adalah fakta, maka tidak bergantung dari perasaan kita ataupun apayang orang lain katakan tentang siapa kita atau bahkan apa pikir/ kita kira siapa kita sebenarnya.

STATEMENT OF GRACE

Jika oleh karena kasih karunia, maka kita menjadi anak-anak Allah – maka pernyataan “Inilah Anak-Ku yang sangat Aku kasihi. Dialah yang menyenangkan hati-Ku.” dapat juga kita sebut sebagai Pernyataan Kasih Karunia (Statement of Grace).

Tindakan Allah ini memberikan teladan mengenai hal yang harus dilakukan seorang ayah untuk anak-anaknya, sebelum mereka memulai “pelayanan” mereka. Ayah di sini tidak hanya berbicara mengenai ayah biologis, tetapi juga berbicara tentang pemimpin rohani. Demikian juga anak di sini, tidak hanya berbicara tentang anak biologis, tetapi juga berbicara tentang para jemaat atau anak-anak rohani.

LEADERS, DO THIS FIRST

Seperti yang telah dilakukan Allah Bapa kepada Yesus, seorang ayah rohani HARUS terlebih dahulu memateraikan Pernyataan Kasih Karunia kepada anak-anak rohaninya. Pastikan mereka tahu bahwa:

  • Melalui karya salib Tuhan Yesus, kita SUDAH didamaikan dengan Allah dan Allah tidak lagi memperhitungkan pelanggaran kita (2 Kor. 5:19-21)

  • Melalui karya salib Tuhan Yesus, Allah SUDAH mengampuni seluruh pelanggaran dan menghapus seluruh surat hutang kita (Kol. 2:13)

  • Melalui karya salib Tuhan Yesus, kita dibenarkan dan dikuduskan dan ditebus (1 Kor. 1:30)
    YES, righteousness, holiness & salvation are gifts from God, we cannot earn them by our own effort – we can only received them through faith in Jesus Christ.

  • Melalui karya salib Tuhan Yesus, tidak ada lagi penghukuman (Rom. 8:1)

  • Melalui karya salib Tuhan Yesus, kita tidak lagi menggunakan tata cara Old Covenant (Ibrani 8:6-9)

  • Melalui karya salib Tuhan Yesus, kita tidak lagi berada di bawah hukum taurat/ law (Roma 6:14)

  • Melalui karya salib Tuhan Yesus, kita hidup di dalam tata cara New Covenant yang berdasarkan oleh Kasih Karunia Allah/ Grace (Roma 6:14)

  • Melalui karya salib Tuhan Yesus, kita sekarang menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12)

Tidak ada fondasi hidup yang lebih kuat selain afirmasi pernyataan kasih karunia (statement of grace). Kasih karunia adalah Yesus, dan Yesus adalah identitas sekaligus realitas kita sekarang di hidup ini.

Scroll to Top