Mati Masuk Mana?

Letterstobeloved

Dari kecil saya udah ikut mama ke gereja Kristen, meskipun saya masih inget pada waktu itu harus disogok permen dulu supaya mau ikut kebaktian. Sebagaimana layaknya umat beragama Kristen, saya dari dulu juga sudah percaya bahwa ada surga dan neraka di akhir kehidupan setiap manusia.

Pemahaman saya saat itu adalah: kalau mau masuk surga, berusahalah hidup baik dan melakukan banyak-banyak amal supaya nanti waktu mati masuk surga.

Perlu waktu 25 tahun untuk saya mengetahui bahwa pemahaman tersebut adalah salah besar dan sangat tidak biblical.

Masa-masa itu adalah masa yang sangat kelam di mana setiap hari pikiran saya seakan-akan diteror dengan pertanyaan “Kalo mati masuk mana?”
Lebih parahnya lagi, ada banyak tuduhan yang datang (yang sekarang saya tahu ternyata berasal dari iblis – sang musuh)

“Kamu tidak layak!”
“Model kayak kamu mana mungkin masuk surga”
“Kalau berdosa seperti ini mana bisa selamat?”

Ditambah lagi dengan lingkaran setan rasa frustasi karena berusaha untuk hidup suci, berusaha untuk lebih benar, berusaha untuk menjadi lebih baik, berusaha lebih relijius. Hidup terasa seperti lari tanpa arah dan tanpa garis finish yang jelas.

Mau hidup lebih benar, tapi sebenar apa? Targetnya apa? Standarnya siapa?
Mau relijius, tapi seperti apa? Dari mana saya bisa tau saya kadar kerelijiusan saya saat ini udah di posisi berapa persen?
Mengapa ada aplikasi yang bisa cek poin kebaikan dan kadar kesalehan gitu ya? Paling engga supaya tau dong kita kurang berapa poin nih dari tujuan?.

Betapa frustasi dan kosongnya saya pada saat itu. Sebuah kekosongan yang belum pernah saya rasakan seumur hidup saya. Jiwa saya kosong, roh saya hampa – sebuah perjalanan putus asa ke arah depresi yang semakin hari serasa semakin dekat saja.

But God came to the rescue.

Yeremia 29:13 TB
apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.

Sudah tidak lagi terhitung berapa banyak kotbah yang saya dengar dan berapa lama waktu yang saya habiskan di toko-toko buku rohani untuk mencari buku-buku yang menurut saya bisa mengisi kekosongan jiwa saya dan menjawab pertanyaan sederhana saya: “Kalau mati masuk mana?”

Jawaban Tuhan datang dari sebuah buku terjemahan berjudul Bebas Dari Belenggu Dosa (Free at Last) yang ditulis oleh Tony Evans. Saya masih ingat membaca buku ini sendirian di kamar kos saya, di pertengahan tahun 2006. Saya juga masih ingat, betapa saya melompat- lompat kegirangan di pertengahan buku, karena revelation yang Tuhan berikan mengenai anugerah keselamatan kekal.

Inilah momen besar di hidup saya di mana Tuhan tidak hanya menjawab pertanyaan saya, bahkan Tuhan membukakan secuil pemahaman saya terhadap besarnya kasih karunia Tuhan terhadap saya.

I AM SAVED! I AM SAVED!

Thank you God You are so good, Engkau baik Tuhan!

Semua beban hilang saat itu juga dan digantikan oleh luapan sukacita yang melimpah ruah keluar dari dalam saya. Ternyata saya udah selamat!

Dari situlah untuk pertama kalinya saya memahami bahwa keselamatan kekal itu tidak bisa dicapai dengan usaha kita, seberapapun besarnya usaha, tekat, niat, perbuatan, amalan dan apapun itu yang kita lakukan. Itu adalah KASIH KARUNIA dari Allah Bapa – kepada setiap orang yang percaya dan mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat.

Bagian kita adalah percaya saja, kepada Tuhan Yesus Kristus. Allah mampu menyelamatkan dan bahkan mempertahankan keselamatan kita dengan tangan kuat-Nya.

Yohanes 14:6 TB
Kata Yesus kepadanya: ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Roma 10:9-10 TB
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Roma 1:17 TSI
Karena kabar itu memberitahukan cara Allah membenarkan manusia di hadapan-Nya, yaitu hanya dengan percaya saja. Hal itu sesuai dengan yang tertulis dalam Firman Allah, “Orang yang dinyatakan benar oleh TUHAN akan hidup selamanya karena percaya penuh kepada-Nya.

Yohanes 10:28 BIMK
Aku memberi mereka hidup sejati dan kekal, dan untuk selamanya mereka tak akan binasa. Tak seorang pun dapat merampas mereka dari tangan-Ku.

 

Scroll to Top