Apa yang akan saya bagikan ini, dibukakan oleh Tuhan kepada saya sewaktu saya menginjak usia 40 tahun. Dengan kata lain, perlu waktu 40 tahun untuk saya dapat memahami salah satu hal terpenting dalam konteks “cara membaca Alkitab”.
Kesalahan terbesar yang dilakukan oleh seseorang sewaktu membaca alkitab adalah:
tidak memakai “lensa baca” yang benar
Ijinkan saya untuk menjelaskan hal ini, dengan bahasa yang sederhana, praktis dan sesuai konteks:
Alkitab terbagi dalam 2 TESTAMEN (Testament) yaitu: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Perjanjian Lama dimulai dari kitab Kejadian dan diakhiri dengan kitab Maleakhi, sedangkan Perjanjian Baru dimulai dari kitab Matius dan diakhiri dengan kitab Wahyu.
Di dalam 2 Testamen ini, terdapat 2 “masa besar” yang dikategorikan sebagai Old Covenant dan New Covenant.
Selanjutnya, saya akan menggunakan istilah Old Covenant dan New Covenant dalam penulisan, agar tidak rancu dengan istilah Old Testament dan New Testament.
Covenant bisa diterjemahkan sebagai sebuah kontrak/ perjanjian yang sangat mengikat/ akad. Dalam konteks Alkitabiah, covenant menggambarkan bagaimana Allah berhubungan dengan manusia. Perlu kita ketahui bahwa Allah tidak pernah berubah – karena Allah adalah “Yang Paling Sempurna” adanya – sedangkan kita selalu berubah dan tidak konsisten.
OLD COVENANT
- Atas inisiatif orang-orang Israel yang meminta hukum-hukum karena mereka yakin bisa mentaatinya (Kel. 19:8-9).
- Dimulai di Gunung Sinai.
- Melalui Musa.
- Ditandai dengan turunnya LAW/ HUKUM.
- Selanjutnya dapat disebut sebagai Law Based Covenant.
- Law Based adalah manusia berusaha memenuhi standar yang ditetapkan oleh Tuhan.
NEW COVENANT
- Atas inisiatif Allah Bapa (Yeremia 42:30)
- Dimulai sejak awal penciptaan dan terputus di Gunung Sinai – karena Bangsa Israel saat itu meminta hukum-hukum (menolak kasih karunia) – dan dimulai lagi di saat kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib.
- Melalui Yesus Kristus (Anak Allah).
- Selanjutnya dapat disebut sebagai Grace Based Covenant.
- Grace Based Covenant adalah Allah yang berinisiatif untuk memberikan kasih karunia keselamatan kepada siapapun yang percaya kepada Yesus, secara cuma-cuma. Grace adalah anugerah – a gracious free gift from God – bukan diraih tapi diterima (not earned,but received).
Peristiwa kematian Yesus Kristus di atas kayu salib menandai berakhirnya masa Old Covenant dan dimulainya sebuah masa yang disebut sebagai New Covenant (Ibr 8:13).
YANG TELAH TERJADI DI ATAS KAYU SALIB, MENGUBAH SEGALANYA
Saat Yesus wafat, tabir Bait Suci terkoyak secara ajaib (Mrk. 13:38). Tabir itu terkoyak dari atas ke bawah, berbicara mengenai 2 hal:
- Melambangkan akses langsung kepada Tuhan bagi semua orang percaya melalui karya penebusan Kristus.
- Menandai berakhirnya Old Covenant, dan dimulainya New Covenant.
Tabir yang “terkoyak dari atas ke bawah” melambangkan bahwa Tuhanlah yang berinisiatif menghilangkan tabir/ penghalang antara manusia dan Tuhan, sehingga setiap mereka yang percaya Yesus memiliki akses langsung kepada-Nya.
PERBEDAAN MENDASAR ANTARA OLD COVENANT DAN NEW COVENANT
OLD COVENANT
- Kita diberkati ketika kita taat dan dikutuk ketika kita tidak taat (Ulangan 11:26-28).
- Kita mengampuni untuk mendapatkan pengampunan Tuhan (Matius 6:14)
- Mengasihi sesama manusia berarti tidak menginginkan istri atau harta bendanya (Ulangan 5:21)
- Tuhan itu jauh dan tidak dapat didekati (Keluaran 19:12)
- Tuhan menganggap kita bertanggung jawab atas dosa-dosa kita dan bahkan pengorbanan tidak dapat menghapus rasa bersalah (Imamat 5:17, Ibrani 9:9)
- Ditandai dengan kalimat “kami akan …” yang menggambarkan manusia yang mengandalkan kekuatannya sendiri untuk mencapai Tuhan (Keluaran 19:9).
- Kebenaran dituntut dari manusia yang berdosa (Ulangan 6:25)
- Dosa Adam berarti kutukan bagi semua orang (Roma 5:18)
NEW COVENANT
- Kita diberkati karena ketaatan Yesus dan kita ditebus dari kutukan hukum Taurat (Efesus 1:3, Galatia 3:13).
- Di kayu salib kita diampuni tanpa syarat dan sekarang kita mengampuni karena Kristus telah mengampuni kita (Efesus 4:32, Kol 3:13).
- Setelah salib, kita mengasihi dan menerima orang lain karena Kristus mengasihi dan menerima kita (1 Yohanes 4:19; Rm 15:7).
- Karena salib kita telah dibawa dekat kepada Allah untuk menerima belas kasihan dan menemukan kasih karunia (Efesus 2:13, Ibrani 4:16).
- Karena salib, darah Yesus menyucikan kita dari rasa bersalah dan Dia tidak lagi mengingat dosa-dosa kita (Ibrani 8:12, 10:22).
- Ditandai dengan kalimat dari Tuhan ” AKU akan …” menggambarkan bahwa sekarang inisiatif untuk menyelamatkan manusia datang dari Tuhan (Ibrani 8:8-12).
- Di kayu salib kebenaran diberikan dengan cuma-cuma (Roma 5:17). THIS IS THE GRACE OF GOD.
- Karena salib sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus (Roma 8:1).
SEMUA KARENA KASIH KARUNIA
My Beloved,
Ingatlah selalu bahwa saat ini kita kita hidup di masa NEW COVENANT (setelah salib Yesus Kristus). Tuhan Yesus Kristus telah selesai dengan sempurna dalam melakukan karya penebusan-Nya di atas kayu salib. Tidak ada lagi yang perlu dan bisa dilakukan untuk menyempurnakan hal ini.
Semua kita yang beriman kepada Yesus Kristus, beroleh kasih karunia (grace) keselamatan.
Dalam bahasa Yunani, keselamatan ini disebut sōzō (pelafalan: sode’-zo) yang artinya tidak hanya tidak hanya sekedar selamat masuk surga saja, akan tetapi sebuah paket lengkap kasih karunia dari Tuhan. Kasih karunia ini diberikan Tuhan, secara cuma-cuma, kepada setiap orang yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus (Roma 10:9-10).
Betul, hanya dengan percaya saja!
Roma 1:17 TSI
Karena kabar itu memberitahukan cara Allah membenarkan manusia di hadapan-Nya, yaitu hanya dengan percaya saja. Hal itu sesuai dengan yang tertulis dalam Firman Allah, “Orang yang dinyatakan benar oleh TUHAN akan hidup selamanya karena percaya penuh kepada-Nya.
Atas dasar inilah, kita sebagai orang-orang percaya, harus selalu menggunakan lensa baca yang benar dalam membaca Firman Tuhan, yaitu Lensa kasih karunia (Grace lens).
PAKAILAH LENSA KASIH KARUNIA
Dengan menggunakan Lensa Kasih Karunia ini, kita berarti tahu dan menerima dengan iman bahwa:
- Dalam Kristus, kita tidak lagi menggunakan tata cara Old Covenant (Ibrani 8:6-9)
- Dalam Kristus, kita tidak lagi berada di bawah hukum taurat/ law (Roma 6:14)
- Dalam Kristus, kita hidup di dalam tata cara New Covenant yang berdasarkan oleh Kasih Karunia Allah/ Grace (Roma 6:14)
That is The Gospel of The Grace of God for us, His beloved children.
Yohanes 1:12 TB